JAEJA.ID – Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, menyoroti capaian realisasi belanja APBD Tahun 2024 yang dinilai belum maksimal.
Hal ini disampaikan dalam rapat monitoring pertanggungjawaban APBD 2024 yang digelar di Aula Kantor Camat Malili, Senin (14/07/2025).
Ia memaparkan bahwa dari total anggaran belanja daerah sebesar Rp 2,1 triliun lebih, realisasinya baru mencapai sekitar Rp 1,9 triliun.
Dengan angka tersebut, tingkat realisasi belanja daerah berada di kisaran 91 persen, yang berarti masih ada kegiatan yang belum terlaksana.
BACA JUGA: DPRD Luwu Timur Bahas Perubahan KUA-PPAS 2025, Fokus PAD dan Infrastruktur
Menurut Harisah, hal ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran tahun berikutnya.
“Sisa anggaran menunjukkan adanya hambatan yang perlu dievaluasi dan dicari solusi secara menyeluruh,” kata Harisah.
Politisi perempuan dari Partai PAN itu mengingatkan agar tidak terburu-buru mengusulkan kegiatan baru tanpa terlebih dahulu mengevaluasi kegagalan sebelumnya.
Ia meminta agar setiap desa dan perangkat daerah mencermati kembali program-program yang tertunda atau tidak berjalan sesuai rencana.
Evaluasi dianggap penting untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan ketepatan penggunaan anggaran publik di masa mendatang.
Harisah juga mengajak semua pihak agar aktif berdiskusi dan menyampaikan kondisi riil di lapangan, bukan hanya menjadi pendengar.
“Mudah-mudahan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi kepentingan pembangunan Luwu Timur,” imbuhnya.
Dengan anggaran yang besar, Harisah menekankan bahwa tanggung jawab pengelolaan harus dijalankan secara profesional dan berorientasi pada hasil.
Di akhir penyampaiannya, Harisah Suharjo menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak agar dana publik memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(kin)



