JAEJA.id – Cara kerja layanan administrasi kependudukan di Luwu Timur mulai bergeser. Jika sebelumnya warga harus datang ke kantor, kini justru petugas yang mendatangi langsung masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Langkah ini terlihat saat tim Dukcapil turun langsung ke Desa Lera, Kecamatan Wotu, pada Kamis 23 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 17 warga berhasil mendapatkan layanan perekaman hingga penerbitan KTP elektronik.
Pelayanan Tanpa Hambatan Akses
Program yang dikenal dengan nama ‘Papa Keren’ atau Pelayanan Proaktif Kelompok Rentan ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik, yaitu sulitnya akses layanan bagi warga dengan kondisi tertentu.
Sebagian penerima layanan merupakan lansia, penyandang disabilitas, hingga warga dengan gangguan kesehatan yang membuat mobilitas mereka terbatas.
Alih-alih menunggu di kantor, petugas justru membawa perangkat langsung ke rumah warga.
Proses administrasi yang biasanya memakan waktu dan tenaga kini bisa diselesaikan lebih sederhana.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik atau akses,” kata Kepala Disdukcapil Luwu Timur, Nursih Hariani.
Identitas Jadi Kunci Layanan Lain
Lebih dari sekadar pencetakan KTP, program ini membuka akses warga terhadap berbagai layanan lain.
Tanpa dokumen kependudukan, masyarakat kerap kesulitan mendapatkan bantuan sosial hingga layanan kesehatan.
Karena itu, Dukcapil menilai pendekatan proaktif seperti ini perlu terus diperluas.
Nursih menegaskan, pelayanan publik harus menjangkau semua kalangan tanpa pengecualian.
Menurutnya, kehadiran negara harus benar-benar dirasakan, terutama oleh kelompok yang selama ini sulit mengakses layanan dasar.(kin)



