JAEJA.id – Tekanan harga nikel global sepanjang 2025 tidak membuat PT Vale Indonesia Tbk mengerem ekspansi. Sebaliknya, perusahaan justru memperkuat arah bisnis dengan mempercepat investasi ramah lingkungan dan hilirisasi.
Strategi ini terlihat dari laporan tahunan dan keberlanjutan yang telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan.
PT Vale menempatkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai kerangka utama dalam menjalankan bisnis, bukan lagi sekadar pelengkap.
Direktur Utama PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyebut pendekatan ini menjadi kunci menghadapi dinamika industri yang semakin ketat.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi kami, tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis,” ujarnya.
Investasi Hijau Naik, Emisi Ditekan
Sepanjang 2025, perusahaan menaikkan belanja lingkungan hingga lebih dari 50 persen menjadi sekitar 43,79 juta dolar AS.
Dana ini diarahkan untuk mempercepat dekarbonisasi dan meningkatkan efisiensi energi.
Hasilnya mulai terlihat. Intensitas energi di kawasan Sorowako menurun, sementara pemanfaatan energi terbarukan terus diperluas, termasuk penggunaan biodiesel B40 dalam operasional.
Porsi energi bersih mencapai sekitar 30 persen di Sorowako.
Angka ini bahkan lebih tinggi pada proyek pengembangan di Pomalaa dan Morowali yang masing-masing melampaui 70 persen.
Selain itu, PT Vale menjalankan reklamasi lahan pascatambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya tersebut diikuti dengan penurunan emisi gas sulfur dioksida serta partikel debu sepanjang tahun.
Perusahaan juga menyiapkan langkah lanjutan melalui proyek elektrifikasi operasional yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Hilirisasi Dorong Posisi di Industri Baterai
Di sisi lain, hilirisasi menjadi fokus utama untuk memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global kendaraan listrik.
PT Vale saat ini mengembangkan tiga proyek besar, yaitu Indonesia Growth Project di Pomalaa dan Morowali, serta proyek pengolahan bijih limonit di Sorowako.



