JAEJA.id – Proyek strategis nasional (PSN) PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Luwu Timur resmi memasuki tahap awal dengan dimulainya proses pembersihan lahan, Rabu, 29 April 2026.
Tahap awal pembersihan lahan atau land clearing dimulai di Blok 1, kawasan Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Land clearing ini menandai komitmen Pemkab Luwu Timur dan investor dalam hal ini PT IHIP untuk melaksanakan PSN di Bumi Batara Guru.
Proyek ini digadang-gadang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat lokal.
Sejumlah warga pun mulai menaruh harapan. Wardi, warga Desa Harapan, menyebut proyek ini berpotensi membawa perubahan signifikan.
“Kalau ini berjalan baik, tentu akan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan membuka peluang ekonomi baru. Kami berharap masyarakat lokal juga bisa ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya, Rabu.
Selain pembangunan fisik, kehadiran kawasan industri ini diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru.
Aktivitas industri akan mendorong tumbuhnya usaha kecil hingga jasa pendukung seperti kuliner dan transportasi.
Dari sisi tenaga kerja, proyek ini diproyeksikan menyerap 40 ribuan pekerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.
Pada fase awal, sekitar 1.000 lowongan kerja akan dibuka untuk posisi operator dan helper.
Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, Muhammad Iwan, menegaskan pentingnya prioritas tenaga kerja lokal dalam proyek ini.
“Kalau tenaga kerja lokal diberdayakan, otomatis akan ada perputaran ekonomi di daerah. Ini yang kita harapkan bersama,” katanya.
Ia juga mendorong komposisi pekerja minimal 70 persen berasal dari masyarakat Luwu Timur.
Menurutnya, kualitas tenaga kerja lokal kini semakin siap berkat berbagai program pelatihan yang telah dilakukan.
Sementara itu, proses land clearing pada Rabu pagi di lokasi proyek berjalan dengan pengamanan aparat gabungan.
Dua unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk membersihkan lahan seluas 394,5 hektare yang merupakan aset pemerintah daerah.



