JAEJA.id — Sejumlah kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Mahalona Raya, Kecamatan Towuti, masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Persoalan pendidikan, infrastruktur, pertanian hingga pelayanan kesehatan menjadi aspirasi warga dalam reses Anggota DPRD Luwu Timur, Prima Eyza Purnama.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam Temu Konstituen Reses Perseorangan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Buangin, Mahalona, Kamis (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa se-Mahalona Raya dan lebih dari 250 warga.
Salah satu persoalan yang banyak disampaikan warga adalah kondisi pendidikan. Sejumlah sekolah dasar masih kekurangan ruang kelas belajar (RKB). Bahkan, terdapat siswa yang harus mengikuti proses belajar dengan fasilitas terbatas.
Warga juga meminta perhatian terhadap kekurangan tenaga pendidik serta keberadaan kelas jauh dan sekolah induk. Beberapa sekolah yang telah berdiri cukup lama disebut belum memiliki ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Selain fasilitas sekolah, masyarakat mengusulkan dukungan bagi anak-anak yang melanjutkan pendidikan di pesantren luar daerah. Warga juga berharap pemerintah dapat menghadirkan taman kanak-kanak yang memiliki legalitas dan terdaftar secara resmi.
Kebutuhan pembangunan juga banyak disampaikan dari sektor pertanian. Warga mengusulkan penambahan jalan tani, pengerasan dan pengaspalan jalan umum, pembangunan plat dekker serta perbaikan bendungan dan jaringan irigasi.
Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga dinilai penting untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.
Di bidang kesehatan, warga meminta pembangunan atau rehabilitasi rumah bidan desa serta peningkatan pelayanan di puskesmas, khususnya untuk layanan persalinan.
Selain itu, masyarakat meminta percepatan Program Makan Bergizi Gratis serta kemudahan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.
Prima Eyza Purnama mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan yang dibawanya ke DPRD Luwu Timur.



