JAEJA.id — Persoalan lapangan kerja menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga Desa Balantang, Kecamatan Malili, saat mengikuti reses Anggota DPRD Luwu Timur, Bangkit Revormansyah Pratama, Jumat (14/8/2026).
Sejumlah warga, terutama kalangan pemuda, mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai penerimaan tenaga kerja di perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.
Warga mengaku masih kesulitan mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan dan proses rekrutmen. Mereka berharap perusahaan dapat menyampaikan informasi penerimaan tenaga kerja secara terbuka sehingga masyarakat lokal memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian Bangkit. Ia mengatakan persoalan ketenagakerjaan yang disampaikan warga akan dicatat dan dibawa ke DPRD untuk ditindaklanjuti.
“Soal ketenagakerjaan ini akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti persoalan ini,” ujar Bangkit.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di Luwu Timur seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam proses penerimaan tenaga kerja. Masyarakat perlu mengetahui kebutuhan tenaga kerja dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan agar dapat mempersiapkan diri dan mengikuti proses seleksi secara terbuka.
Bangkit mengatakan Komisi III DPRD Luwu Timur akan meminta penjelasan dari perusahaan terkait mekanisme penerimaan tenaga kerja.
“Kami Komisi III akan memanggil perusahaan. Buka penerimaan, tapi tidak memberikan informasi ke pemerintah,” tegasnya.
Selain persoalan informasi lowongan, Bangkit juga menyoroti pentingnya peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Nanti kita memberitahu untuk memberdayakan lokal, karena kami juga mendapatkan informasi terkait penerimaan tenaga kerja, semua menerima orang luar,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan penerimaan tenaga kerja tetap harus mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan perusahaan. Menurutnya, yang perlu didorong adalah adanya kesempatan yang terbuka dan informasi yang dapat diakses masyarakat.



