JAEJA.id – Partisipasi Luwu Timur pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-18 Sulawesi Selatan 2026 meningkat dibanding edisi sebelumnya.
Kontingen Batara Guru yang berkekuatan 340 atlet (10 atlet cabor ekshibisi) atau total 579 orang termasuk ofisial dan pelatih akan mengikuti 32 cabang olahraga (cabor) dalam ajang yang digelar di Bone-Wajo, 7-14 November 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov sebelumnya di Sinjai-Bulukumba, di mana Lutim hanya mengikuti 21 cabor.
Sekretaris KONI Luwu Timur, Irwan, menyebut perluasan partisipasi tersebut didukung sejumlah cabang olahraga yang menunjukkan hasil positif pada Pra Porprov Sulsel 2026.
Capaian itu menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang kontingen Luwu Timur bersaing di tingkat provinsi.
Pada Porprov sebelumnya, kontingen Luwu Timur berjumlah 220 atlet.
Sementara untuk Porprov 2026, KONI menyebut total kontingen yang diberangkatkan mencapai 579 atlet, pelatih dan ofisial.
Sejumlah Cabor Tunjukkan Potensi
Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Luwu Timur antara lain taekwondo, petanque, panahan, karate, catur, dan balap sepeda.
Cabang-cabang tersebut meraih medali emas pada Porprov sebelumnya dan kembali menunjukkan hasil positif dalam Pra Porprov 2026.
Selain itu, atletik, selam, senam, dayung, muaythai, tinju, wushu, akuatik, biliar, kempo, menembak, panjat tebing, dan pentathlon juga dinilai memiliki potensi setelah mendulang medali emas pada Pra Porprov 2026.
Menurut Irwan, hasil tersebut menjadi salah satu modal untuk menghadapi persaingan di Bone-Wajo.
Deretan cabor di atas hanya mengacu pada hasil pra porprov yang memperebutkan medali.
Namun ada beberapa cabor yang melalui pra porprov tanpa hasil akhir medali, melainkan hanya menentukan lolos atau tidak ke Wajo-Bone.
Seperti balap motor, sepak bola, futsal, basket hingga e-Sport. “Tentu cabor-cabor ini juga punya peluang yang sama untuk menyumbang medali,” tuturnya.
Meski demikian, pencapaian pada babak kualifikasi belum otomatis menjamin hasil serupa pada Porprov karena persaingan di setiap cabang masih harus dihadapi.
Peluang Pembinaan Olahraga Daerah
Bertambahnya jumlah cabor yang diikuti membuka ruang partisipasi lebih luas bagi atlet Luwu Timur.
Namun, peningkatan jumlah cabang belum dengan sendirinya menunjukkan pemerataan pembinaan atau peningkatan prestasi secara keseluruhan.
Evaluasi lebih lanjut dapat dilakukan dengan melihat hasil akhir medali, jumlah atlet yang berpartisipasi, serta capaian setiap cabor setelah Porprov 2026 selesai.
Prestasi terbaik Luwu Timur di ajang porprov atau sebelumnya disebut porda, adalah pada Porprov ke-17 di Sinjai-Bulukumba 2022 lalu.
Saat itu kontingen Batara Guru mengumpulkan total 47 medali, dengan rincian 9 medali emas, 13 perak dan 25 perunggu.
Pada Porprov ke-18 tahun ini, KONI Luwu Timur menargetkan dua digit medali emas dan finis 10 besar di klasemen akhir perolehan medali.(kin)



