Setelah kematian ayahnya, Mary mulai menjelajahi pantai untuk mencari barang-barang aneh yang bisa dia jual.
Kemudian apa yang tidak dia ketahui sampai saat itu adalah fakta bahwa pantai Lyme Regis adalah salah satu pantai dengan keberadaan fosil paling kaya di dunia.
Marry juga berperan penting tidak hanya dalam penemuan fosil plesiosaurus, namun juga pterodactyls dan ichthyosaurus.
Tantangan dimulai ketika ahli anatomi Prancis terkenal, Georges Cuvier meragukan penemuan Marry yang saat itu dianggap sebagai wanita yang tidak berpendidikan.
Bahkan George terang-terangan menolak untuk menerima bahwa Plesiosaurus adalah binatang purba yang nyata.
Sementara dari sisi Marry, saat itu sulit untuk membuktikan penemuan tersebut dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki, bahkan memang terdengar mustahil bagi seekor hewan dengan jumlah 35 vertebrata atau tulang belakang untuk benar-benar hidup dan bernafas.
Namun keajaiban datang pada tahun 1821, ketika ahli geologi William Conybeare datang untuk mempertahankan klaim Marry dan membuktikan tanpa keraguan bahwa penemuan fosil tersebut asli dan Plesiosaurus memang benar-benar hewan purbakala yang pernah hidup.
Atas hasil tersebut Georges Cuvier akhirnya mengakui bahwa dia salah, dan mengakui kehebatan Marry.

4. Burung King Saxony
Keberadaan burung dengan penampilan dari aneh hingga cantik benar-benar menjadi misteri bagi kebanyakan peneliti di dunia. Bahkan keberadaan burung Merak hingga Kaswari dahulu sempat dikira sebagai hantu dan legenda belaka.
Hal yang sama juga terjadi pada Burung King Saxony atau lebih dikenal sebagai Cenderawasih Panji.
Berasal dari pulau Nugini, Papua, burung yang luar biasa ini terkenal karena memiliki ciri khas berupa bulunya yang luar biasa panjang, yang digunakan untuk membuat calon pasangannya terkesan.
Ketika burung khas negara Indonesia ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1894, ahli burung terkenal Richard Bowdler Sharpe yakin bahwa burung tersebut hanyalah tipuan belaka. Namun pada akhirnya Richard mengakui keberadaan dari Cenderawasih Panji.



