JAEJA.ID – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengutuk dampak kebocoran pipa limbah minyak PT Vale Indonesia yang tercemar persawahan Desa Asuli.
Ia menyatakan kerugian masyarakat nyata. Dari laporan, puluhan hektare persawahan berpotensi gagal panen akibat pencemaran minyak.
“Kalau gagal panen, itu sudah pasti gagal panen. Karena itu sudah tercemari dengan minyak,” kata Irwan, dikutip Jaeja.id dari Kumparan, Senin (25/8).
Ia menjelaskan kebocoran terjadi Sabtu pagi, 23 Agustus. Ia menyebut limpahan minyak mencemari saluran irigasi dan membanjiri sawah warga sekitar.
Pemkab Luwu Timur segera membentuk tim bersama PT Vale untuk menginvestigasi penyebab dan dampak kebocoran itu.
BACA JUGA: Gol Cepat Muchtar Ali Bungkam Tuan Rumah Maros, Perslutim U-17 Melenggang ke Final Piala Soeratin
“Menurut laporan tim yang saya bentuk, sekitar 30 hektare persawahan terkena dampak. Itu termasuk sawah, empang, dan area sumber pendapatan masyarakat,” jelas Irwan.
Ia menambahkan, dampak semula terbatas di satu desa. Namun setelah dua hari, aliran minyak menyebar ke dua desa lainnya. “Total ada tiga desa yang terdampak,” sambungnya.
Bupati Irwan menegaskan potensi kerusakan masih bisa bertambah karena minyak masih mengalir di sistem irigasi.
“Sekarang kami fokus tangani kebocoran sambil identifikasi warga yang terdampak. Kerusakan bisa bertambah,” ujarnya.
Untuk memfasilitasi pelaporan warga, Pemkab mendirikan dua posko penanganan: satu di lokasi kejadian dan satu lagi di kantor camat.
Ia mengundang warga terdampak untuk melapor agar mendapatkan kompensasi. “Kami buka posko pengaduan. Silakan melapor bila merasa terdampak,” sebutnya.
Ia menyatakan PT Vale telah menyetujui pemberian ganti rugi. “Saya sudah komunikasi. Perusahaan menyatakan bersedia memberi ganti rugi karena musibah ini sangat merugikan masyarakat,” katanya.
Namun jumlah kompensasi masih belum final. Kesepakatan terkait nilai kompensasi masih disusun berdasarkan hasil investigasi bersama pemerintah dan perusahaan.
Ancam Kesehatan Warga



