“Literasi adalah pintu masa depan yang lebih baik, dan kami ingin anak-anak tumbuh mencintai membaca,” kata Uli Rezki.
Sorak kecil terdengar dari kelompok siswa yang baru menyelesaikan jurnal membaca.
Semangat mereka seakan menegaskan bahwa literasi bukan sekadar program, tetapi perjalanan yang menyenangkan.
Kolaborasi sekolah dan Dispusipda hari itu bukan hanya kegiatan rutin. Ia menjadi jembatan yang menuntun siswa menuju kebiasaan baru.
Kebiasaan yang kelak bisa menjadi fondasi pendidikan mereka di masa depan. Upaya ini diharapkan terus berlanjut, hingga literasi benar-benar menjadi napas keseharian di SDN 172 Tomoni.(kin)



