JAEJA.ID – Pagi itu, cahaya matahari menyapu lembut kawasan Mahalona Raya. Warga yang melintas tampak tersenyum lega karena jalan utama akhirnya mulai membaik.
Selama bertahun-tahun, mereka hidup berdampingan dengan lubang dan lumpur yang menghantui setiap perjalanan.
Di Desa Libukan Mandiri, suara kendaraan kini terdengar lebih halus. Tidak ada hentakan keras yang biasanya muncul saat roda menghantam lubang. Banyak warga berhenti sejenak hanya untuk memastikan bahwa perubahan ini nyata.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melakukan perataan dan pengerasan jalan sebagai tahap awal menuju proses pengecoran. Langkah ini disambut hangat oleh masyarakat yang telah lama menanti perbaikan signifikan.
Dede, warga yang rumahnya berada di tepi jalan, tampak tersenyum saat berbicara tentang perubahan itu.
“Karena ada perbaikan kemarin jadi bagus dan akses jalan sudah lancar,” ujarnya pelan. Ia menambahkan, “Orang jalan tidak ada masalah dan tidak ada kendala lagi.”
Ia mengenang kondisi lama yang membuat warga kesulitan. “Banyak kubangan dari titik jembatan hingga ke tugu,” ungkapnya lirih. Ia melanjutkan, “Kalau hujan becek dan berlumpur, kalau panas debunya luar biasa sampai masuk rumah.”
Dede menyaksikan sendiri perubahan yang memudahkan aktivitas harian. “Sekarang petani, pelajar, dan pegawai jauh lebih mudah bergerak,” tuturnya dengan lega.
Ia berharap perbaikan berlanjut sampai rampung. “Mudah-mudahan ke depan jalan ini terus diperbaiki sampai bagus,” katanya.
Di Desa Tole, dua siswi SMPN 3 Towuti juga merasakan dampak positifnya. Mereka melintasi jalan ini setiap pagi menuju sekolah.
“Sebelum diperbaiki, jalannya jelek dan berlubang,” ucap salah satu siswi. Ia berkata lagi, “Kalau hujan, jalan berlumpur, kami sering terlambat bahkan hampir jatuh.”
Keduanya merasa lebih aman dan bersyukur atas perbaikan itu. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Bupati Luwu Timur yang disebut memenuhi janji perbaikan jalan.
Kepala Desa Libukan Mandiri, Syahril T., melihat perubahan ini sebagai bukti kepedulian pemerintah.



