“Pemerintah daerah sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki jalan yang rusak. Dari dulu kondisinya parah, tapi Alhamdulillah sekarang sudah dibenahi,” ujar Syahril.
Ia menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga pelosok. “Perbaikan tahun 2025 ini bukti komitmen Pemkab Luwu Timur,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa desa sering membantu memperbaiki kerusakan ringan. “Tapi kerusakan berat perlu penanganan pemerintah,” tambahnya.
Faktor cuaca masih menjadi tantangan di kawasan itu. “Hujan kadang bikin cepat rusak lagi,” jelasnya.
Meski begitu, ia tetap optimis. “Kami berharap perhatian pemerintah terus berlanjut sampai wilayah Mahalona Raya tuntas,” pungkasnya.
Seiring jalan yang kini lebih mulus, harapan baru tumbuh dalam kehidupan warga. Akses lancar tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Jalan ini kini menjadi jembatan bagi mobilitas yang lebih layak di Luwu Timur.(kin)



