JAEJA.ID – Peringatan Hari Jadi ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan, 19 Oktober 2025, membawa makna lebih dari sekadar seremoni. Bagi Anggota DPRD Luwu Timur, Bangkit Revormansyah Pratama, ini adalah momen refleksi tentang arti kebersamaan dan kolaborasi.
Politisi muda dari Fraksi Golkar itu melihat usia panjang Sulsel sebagai simbol ketangguhan masyarakatnya menghadapi berbagai perubahan zaman.
Menurut putra mantan Bupati Luwu Timur Thorig Husler (alm) itu, keberlanjutan hanya bisa terwujud jika semua pihak bersinergi.
“Sulsel telah melewati beragam tantangan sejak masa lalu. Kini waktunya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan benar-benar berkarakter dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (19/10/2025).
BACA JUGA: Bupati Irwan Cetak 5 Gol, Forkopimda Hajar Apdesi Lutim 6-0
Bangkit menilai, semangat yang diangkat dalam tema tahun ini —Perkuat Sinergitas Menuju Daerah yang Maju dan Berkarakter— sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Ia menyebut sinergi bukan hanya antara pemerintah dan pelaku usaha, tapi juga antara generasi senior dan muda.
“Pembangunan yang kokoh tidak cukup dengan infrastruktur. Diperlukan sinergi antargenerasi, agar pengalaman bertemu semangat baru,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun masa depan daerah. Menurutnya, generasi muda harus menjadi pelaku, bukan sekadar penonton pembangunan.
“Anak muda hari ini harus berani mengambil peran. Mereka punya energi dan kreativitas untuk mendorong perubahan positif di Sulawesi Selatan,” tambah Bangkit.
BACA JUGA: DPRD Luwu Timur Dorong PT IHIP Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal
Bagi legislator muda itu, pembangunan yang baik tidak hanya soal gedung megah atau jalan lebar, melainkan tentang kualitas manusia dan nilai karakter yang kuat.
“Daerah maju bukan hanya yang modern secara fisik, tapi yang masyarakatnya berkarakter, adaptif, dan punya semangat saling mendukung,” tutupnya.
Momentum Hari Jadi Sulsel, lanjut Bangkit, seharusnya menjadi ruang untuk menyatukan tekad lintas generasi.



