JAEJA.ID – Suasana sore di Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili, Jumat (31/10/2025) terasa sibuk. Maklum, sejumlah anggota DPRD Luwu Timur yang tergabung dalam pansus penyertaan modal PT Luwu Timur Gemilang (LTG) meninjau gudang rumput laut di daerah tersebut.
Anggota DPRD Lutim, Sarkawi A Hamid mengatakan kunjungan ini untuk memastikan kondisi bangunan dan kesiapan perusahaan daerah, PT LTG dalam mengelola komoditas unggulan Lutim, rumput laut.
Menurut Sarkawi, gudang ini dirancang sebagai aset strategis yang segera diserahkan ke Perseroda. Tujuannya untuk mendukung bisnis pengolahan dan perdagangan rumput laut lokal.
Rencana penyerahan aset itu juga menjadi bagian dari pembahasan rancangan peraturan daerah tentang penambahan modal bagi PT Luwu Timur Gemilang.
BACA JUGA: Rusdi Layong: Renovasi RSUD I Lagaligo Harus Berdampak Pada Peningkatan Pelayanan
“Pemerintah daerah menyiapkan gudang ini agar Perseroda bisa mengelola komoditas rumput laut jenis glacilaria dan kotonik secara profesional,” ujar Sarkawi.
Ia menjelaskan, kapasitas gudang mencapai 300 hingga 400 ton. Saat ini sudah tersedia sekitar 75 ton rumput laut kering hasil panen petani pesisir.
Ke depan, kapasitas penyimpanan akan ditingkatkan menjadi 1.000 ton.
Fasilitas itu diharapkan mampu mendukung rantai pasok industri rumput laut di wilayah timur Sulawesi Selatan.
Sarkawi menilai, potensi komoditas ini sangat besar. Jika dikelola serius, rumput laut dari Luwu Timur bisa menembus pasar ekspor dan memperkuat ekonomi lokal.
“Rumput laut ini peluang emas. Dengan manajemen modern, kita bisa bersaing di tingkat global,” ucapnya dengan nada optimis.
BACA JUGA: DPRD Luwu Timur Bentuk 3 Pansus Bahas Ranperda Tahap III
Selain Sarkawi, hadir pula Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, dan anggota dewan lainnya, Firman Udding. Pihak direksi PT Luwu Timur Gemilang juga ikut mendampingi.
Para legislator berharap gudang itu menjadi motor penggerak baru ekonomi daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan Perseroda diharapkan mampu memperluas lapangan kerja masyarakat pesisir.



