JAEJA.id – Penghargaan nasional terhadap Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebagai “Kepala Daerah yang Peduli Desa” kembali membuka ruang refleksi tentang bagaimana desa-desa di Lutim berkembang dalam setahun terakhir.
Anggota DPRD, Firman Udding, melihat penghargaan itu sebagai sinyal kuat bahwa arah pembangunan desa yang ditempuh pemerintah daerah mulai berada pada jalur yang diharapkan.
Menurut Firman, keberhasilan tersebut bukan hanya berbicara soal figur kepala daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa ekosistem pembangunan desa—dari aparatur hingga masyarakat—telah berjalan lebih tertata.
Legislator PKS itu memandang momentum ini sebagai kesempatan memperkuat pola kerja kolaboratif hingga ke level paling bawah.
“Penghargaan seperti ini harus dibaca sebagai undangan untuk mempercepat langkah. Desa tidak boleh hanya menjadi penerima program, tetapi pusat inovasi,” kata Firman.
Ia menyoroti pentingnya mempertahankan konsistensi program seperti KDMP yang selama ini mempermudah koordinasi antarkecamatan dan desa.
Firman menilai, kapasitas aparatur, layanan publik, serta pengelolaan potensi lokal perlu menjadi fokus utama setelah penghargaan ini.
Firman optimistis, bila kolaborasi antarwilayah diperkuat, desa-desa di Lutim dapat menjadi motor pertumbuhan baru yang lebih tahan terhadap tantangan ekonomi dan sosial.(kin)



