JAEJA.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis digital. Hal ini ditandai dengan pemaparan capaian dan rencana kerja Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) pada High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Baruga Pinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Makassar, Rabu (03/12/2025).
Dengan mengusung tema stabilitas harga dan penguatan digitalisasi daerah, forum ini menjadi ruang strategis bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk menampilkan inovasi terbaiknya. Dalam sesi pemaparan, Luwu Timur disebut sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam memperluas layanan transaksi non tunai dan digitalisasi fiskal daerah.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Lutim, Alimuddin Natsir, memaparkan bahwa inovasi digital yang diusung melalui ETPD terbukti memberikan dampak positif bagi tata kelola keuangan daerah maupun penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu capaian besar ialah keberhasilan Luwu Timur menerapkan 100 persen transaksi non tunai untuk Pajak Daerah dan Belanja Daerah.
“Kanal pembayaran digital kita sangat beragam, mulai dari QRIS, ATM, m-banking, MPOS, hingga e-commerce. Ini memastikan masyarakat bisa membayar pajak dengan lebih mudah, cepat, dan aman,” jelas Alimuddin.
Selain aspek fiskal, digitalisasi turut mendorong efisiensi dalam pengendalian inflasi. Alimuddin menyampaikan bahwa inflasi Kabupaten Luwu Timur pada November 2025 tercatat turun signifikan sebesar -0,64 persen, berkat sejumlah strategi yang memadukan pendekatan inovatif dan responsif.
“Untuk mengantisipasi gejolak harga jelang Nataru, kami menerapkan konsep pengendalian 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Semuanya dilakukan dengan dukungan pemanfaatan data dan sistem digital yang lebih terintegrasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa TP2DD Luwu Timur memiliki Rencana Kerja Berkelanjutan yang fokus pada peningkatan literasi digital pegawai, penguatan SAKIP, dan perluasan implementasi ETPD ke seluruh OPD. Transformasi digital ini telah membawa Luwu Timur meraih berbagai penghargaan dari Bank Indonesia, termasuk Juara 3 TP2DD Akseleratif Kategori Pajak dan Juara 2 Kategori Retribusi se-Sulawesi Selatan pada 2023.



