JAEJA.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Rakor berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (08/12/2025).
Rapat dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Luwu Timur, Andi Juana Fachruddin, didampingi Kepala Bapperida, Kamal Rasyid, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Luwu Timur, Sasmita. Pertemuan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah yang terkait langsung dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan kesiapan layanan MBG di lapangan.
Dalam arahannya, Andi Juana menekankan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi) berjalan sesuai target waktu. Ia menjelaskan bahwa Rakor difokuskan pada pembahasan progres di lapangan, identifikasi kendala, serta penguatan pelaporan dari masing-masing wilayah.
“Pertemuan ini kita lakukan agar kita mengetahui kendala yang ada di lapangan. Semua masukan akan kami rangkum dalam laporan dan menjadi bahan pertimbangan untuk diajukan ke pusat. Selanjutnya, pusat yang akan menentukan tindak lanjutnya,” jelas Andi Juana.
Pada kesempatan itu, Andi Juana juga memaparkan hasil monitoring Tim Satgas MBG. Hingga saat ini, sebanyak 34 titik SPPG di Kabupaten Luwu Timur telah terdaftar pada portal BGN, dengan perkembangan sebagai berikut:
3 SPPG telah beroperasi,
5 SPPG siap beroperasi,
4 SPPG dalam tahap survei kelayakan,
10 SPPG masih dalam proses pembangunan,
12 titik belum menunjukkan aktivitas pembangunan.
Menurutnya, skala kebutuhan tenaga kerja maupun pasokan pangan akan meningkat seiring beroperasinya SPPG secara penuh. Karena itu, ia meminta tim di kecamatan untuk mengoptimalkan pelaporan mingguan agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Tim Satgas harus memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar, dapur tetap steril, dan seluruh tahapan pembangunan sesuai standar. Target kita, seluruh SPPG di Luwu Timur dapat beroperasi penuh pada Februari 2026,” tegasnya.



