Di sisi investasi, perusahaan mengalokasikan belanja modal sebesar USD 485,9 juta pada 2025, meningkat sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Investasi tersebut terutama diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis serta kebutuhan modal berkelanjutan guna menjaga kapasitas produksi di masa depan.
Hingga akhir Desember 2025, PT Vale juga mencatat saldo kas sebesar USD 376,3 juta, yang dinilai cukup kuat untuk mendukung berbagai proyek pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Ke depan, perusahaan terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui pengembangan proyek pertambangan dan fasilitas pengolahan hilir bersama mitra usaha, termasuk proyek tambang dan pengolahan di Pomalaa yang saat ini tengah dalam tahap pembangunan.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, PT Vale optimistis dapat menjaga keberlanjutan operasional serta memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan industri nikel di Indonesia.(*/kin)



