JAEJA.id – Di tengah ambisi besar Indonesia menjadi pemain utama industri kendaraan listrik dunia, satu per satu fondasi mulai dibangun.
Dari kawasan industri hingga proyek pengolahan nikel, semua bergerak menuju arah yang sama: hilirisasi.
Langkah itulah yang kini mendapat sorotan dari Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Pattijaya.
Dalam kunjungan kerja spesifik di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 15 April 2026, Bambang menilai PT Vale Indonesia Tbk sedang memainkan peran penting dalam membangun rantai industri electric vehicle (EV) nasional.
Menurutnya, pembangunan pabrik High-Pressure Acid Leaching (HPAL) menjadi salah satu proyek strategis yang patut diapresiasi.
Fasilitas tersebut digarap melalui kolaborasi PT Vale bersama Huayou Cobalt Co. dan Ford Motor Company sebagai offtaker.
“Tadi sudah dilaporkan pada kami bahwa PT Vale sedang merampungkan pembangunan pabrik HPAL antara Vale dengan Huayou dan Ford sebagai offtaker,” ujar Bambang.
Harapan Indonesia Jadi Pemain EV Dunia
Bambang menilai proyek tersebut bukan sekadar investasi industri biasa.
Ia melihat ada sinyal kuat bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.
Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara kaya nikel. Namun menurutnya, ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah tidak bisa terus dipertahankan.
Karena itu, kehadiran fasilitas pengolahan seperti HPAL menjadi langkah penting agar nilai tambah industri tetap berada di dalam negeri.
“Mudah-mudahan ini segera terealisasi sehingga Indonesia menjadi salah satu pemain EV, mungkin di hulunya pada baterainya dulu. Tentu kami memberikan apresiasi dan dorongan,” katanya.
Meski memberi dukungan penuh terhadap hilirisasi, Bambang tetap mengingatkan pentingnya tanggung jawab lingkungan.
Ia menyinggung adanya laporan terkait penurunan peringkat PROPER dalam pengelolaan lingkungan perusahaan.
Namun, PT Vale disebut telah menyampaikan berbagai langkah perbaikan untuk memulihkan kinerja lingkungan mereka.
DPR pun berharap pengembangan industri nikel tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan operasional.



