JAEJA.id – Danau Matano selama ini dikenal sebagai salah satu danau purba tertua di dunia dengan kekayaan geologi yang unik.
Potensi besar itu kini terus diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur agar mendapat pengakuan sebagai bagian dari Geopark Nasional dengan nama Geopark Matano.
Sebuah langkah yang diharapkan membuka peluang pelestarian sekaligus pengembangan wisata berkelanjutan.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Percepat Penetapan Warisan Geologi
Dalam pertemuan yang diterima Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Bupati Irwan menegaskan bahwa penetapan Geodiversity Matano sebagai Warisan Geologi menjadi tahapan penting sebelum Geopark Matano diusulkan sebagai Geopark Nasional.
“Penetapan Warisan Geologi menjadi fondasi utama dalam penyusunan Rencana Induk Geopark Matano. Karena itu kami ingin seluruh proses administrasi dan verifikasi berjalan secepat mungkin,” ujar Irwan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Tim Percepatan Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano yang terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Dukungan Badan Geologi
Dalam kesempatan itu, Badan Geologi memberikan sejumlah masukan teknis untuk menyempurnakan dokumen usulan.
Mulai dari penyajian peta geopark yang lebih informatif, penamaan geosite, hingga penguatan informasi mengenai lokasi-lokasi geologi yang memiliki nilai edukasi dan wisata.
Badan Geologi juga menyatakan dukungannya terhadap proses penetapan Warisan Geologi Matano dan siap membantu percepatan verifikasi administrasi yang saat ini masih berlangsung.
Usai audiensi, rombongan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengunjungi Museum Geologi Bandung guna mempelajari konsep pengelolaan kawasan geologi sebagai pusat edukasi dan destinasi wisata.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap Geopark Matano tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga mampu mendorong penelitian, pariwisata berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.(*)



