“Kita ingin setiap anggaran yang dialokasikan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Termasuk bagaimana perpustakaan ini bisa dikembangkan sehingga semakin menarik dan memberikan ruang yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap pembahasan anggaran nantinya tidak hanya melihat kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan program literasi serta peningkatan kualitas layanan.
“Pengembangan perpustakaan ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan program literasi yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Rusdi menilai, investasi pada sektor literasi memang tidak selalu menghasilkan dampak yang dapat terlihat dalam waktu singkat. Namun, penguatan budaya membaca, akses terhadap pengetahuan, dan ruang belajar masyarakat menjadi fondasi penting dalam membentuk SDM yang berkualitas.
Karena itu, ia berharap Perpustakaan Daerah Luwu Timur ke depan tidak hanya dikenal sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi mampu menjadi ruang publik yang hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Hasil kunjungan tersebut akan menjadi salah satu bahan DPRD dalam pembahasan APBD 2027, terutama dalam memastikan dukungan anggaran bagi sektor yang dinilai memiliki dampak terhadap peningkatan kualitas SDM di Luwu Timur.



