Dwi menegaskan, temu konstituen bukan hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga menjadi awal untuk mengawal kebutuhan masyarakat dalam proses pembahasan program dan anggaran.
“Apa yang menjadi usulan masyarakat akan kita kawal. Mulai dari jalannya, pertanian, penerangan sampai kebutuhan air,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, DPRD dan perangkat daerah terus berjalan. Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar pembangunan dapat dilakukan secara bertahap dan diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak.
Dwi juga mengapresiasi masyarakat Mulyasri yang aktif menyampaikan persoalan di wilayahnya. Ia menilai keterlibatan warga diperlukan agar setiap program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Temu konstituen tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog untuk menampung berbagai aspirasi lain yang disampaikan masyarakat Desa Mulyasri.



