JAEJA.id — Anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, meminta pemerintah daerah mengevaluasi arah belanja dalam APBD agar anggaran lebih banyak digunakan untuk membiayai kebutuhan masyarakat.
Menurut Mahading, ruang fiskal daerah perlu dikelola secara cermat agar belanja pemerintah tidak terlalu besar terserap untuk kebutuhan operasional. Ia menilai anggaran daerah harus lebih diarahkan pada program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Hal itu disampaikan Mahading saat menggelar Temu Konstituen dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 di Kantor Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Jumat (14/8/2026).
Dalam dialog bersama warga, Mahading menyampaikan gambaran mengenai komposisi belanja daerah yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian.
“Saat ini sektor belanja kita, 36 mendekati 40 persen, sekitar Rp600 miliar untuk belanja operasional. Hanya tersisa Rp1,6 triliun untuk rakyat. Itu juga masih harus diambil untuk baju seragam dan lain-lain,” ungkapnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menyusun program pembangunan. Menurutnya, setiap rupiah dalam APBD harus memiliki manfaat yang jelas, terutama bagi masyarakat.
Mahading berharap pemerintah daerah dapat memperkuat belanja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, seperti infrastruktur, pelayanan dasar dan pemberdayaan ekonomi.
Selain persoalan APBD, Mahading juga mendorong adanya kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar dalam mengelola bantuan dan mengembangkan kegiatan ekonomi produktif di tingkat keluarga.
Ia mencontohkan bantuan modal sebesar Rp2 juta dapat diarahkan untuk membantu perempuan memulai usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
“Kaum perempuan punya kearifan yang berbeda dengan laki-laki,” katanya.
Sementara itu, aspirasi pembangunan infrastruktur masih menjadi perhatian utama warga dalam pertemuan tersebut.
Warga mengusulkan perbaikan sejumlah akses jalan, termasuk Lorong 7, Lorong 8 dan Lorong 10. Usulan perbaikan sanitasi dan drainase juga disampaikan warga Dusun Fajar Indah Lorong 2.



