Langkah ini juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Ketika peserta didik menghadapi musibah, lingkungan pendidikan juga memiliki peran untuk hadir memberikan dukungan.
“Dalam kesempatan ini, saya juga mengimbau sekolah-sekolah menginisiasi kegiatan sosial. Misalnya lewat sedekah Jumat yang dananya bisa digunakan ketika ada siswa yang tertimpa musibah,” ujar Raoda.
Kegiatan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat Luwu Timur.(kin)



