JAEJA.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Luwu Timur, Raoda K, memberikan arahan kepada para kepala sekolah terkait sejumlah program Pendidikan di lingkungan sekolah.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan kepala SD negeri dan swasta se-Luwu timur itu berlangsung di Aula Disdikbud Lutim, Jumat (11/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Raoda memaparkan bantuan Sarana Keterampilan Menulis untuk kelas 1 dan 2, di mana semua SD di Luwu Timur menerima bantuan tersebut.
Bantuan keterampilan menulis berdasarkan jumlah siswa kelas 1 dan 2 setiap sekolah, dengan nilai Rp95 ribu per siswa.
Pejuang Subuh Bukan Sekadar Program
Selain soal bantuan keterampilan siswa, Raoda juga menyinggung pelaksanaan Program Pejuang Subuh dan Sabtu Sehat Juara (SSJ).
Raoda menegaskan, Pejuang Subuh seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban sekolah dalam menjalankan program pemerintah.
“Program Pejuang Subuh sebaiknya dimaknai bukan sekadar merealisasikan program Pemkab Lutim,” kata Raoda.
Menurutnya, tujuan yang lebih penting adalah membangun kesadaran sekaligus pembiasaan sejak dini agar peserta didik terbiasa melaksanakan shalat Subuh di masjid.
Ia juga mengingatkan sekolah agar kegiatan Pejuang Subuh dilaksanakan secara tertib.
Dokumentasi berupa foto maupun video, kata dia, sebaiknya dilakukan setelah salat selesai agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.
Data Sekolah Harus Terus Diperbarui
Selain kegiatan keagamaan, Raoda meminta seluruh sekolah aktif melakukan pengecekan dan pemutakhiran data melalui One Data Sekolah.
Langkah tersebut penting agar data yang tersedia tetap akurat dan terkini.
Raoda juga mengajak seluruh unsur pendidikan membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dalam menjalankan berbagai program.
“Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, seluruh program pemerintah diharapkan terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi sekolah, siswa, dan masyarakat Luwu Timur.(kin)


