JAEJA.ID – Ketersediaan darah dan kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian DPRD Luwu Timur setelah pengurus PMI periode 2026–2031 resmi dilantik.
Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, mendorong penguatan layanan kemanusiaan agar menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara cepat.
Pelantikan pengurus dipimpin Ketua PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, di Bundaran Batara Guru, Malili, Sabtu (16/10/2026).
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dipercaya memimpin PMI kabupaten untuk periode lima tahun mendatang.
Layanan Darah Jadi Perhatian Utama
Jihadin menilai, PMI memiliki peran strategis dalam pelayanan donor darah sekaligus penanganan keadaan darurat dan bencana.
“PMI harus semakin kuat agar pelayanan kemanusiaan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan cepat. Kami di DPRD tentu mendukung upaya penguatan layanan dan fasilitas PMI,” ujar Jihadin.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah penguatan Unit Donor Darah (UDD) PMI Luwu Timur.
Fasilitas tersebut diharapkan segera memenuhi persyaratan verifikasi agar beroperasi sesuai standar dan membantu menjamin kebutuhan darah masyarakat.
Irwan Bachri Syam menyatakan pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan kemanusiaan PMI, termasuk pelayanan di luar wilayah kabupaten.
Kolaborasi Kesehatan dan Kesiapsiagaan Bencana
Adnan berharap PMI Luwu Timur menjadi salah satu penyangga stok darah di kawasan Luwu Raya dengan kesiapsiagaan layanan sepanjang waktu.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman pelayanan penyediaan darah antara PMI Luwu Timur dan RSUD I Lagaligo.
PMI juga menyerahkan tas siaga bencana kepada SLB Tunas Harapan Bangsa di Tomoni dan SLB La Ketu di Malili.
Pengurus baru diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor agar pelayanan darah, respons bencana, serta dukungan kemanusiaan berjalan lebih efektif.(kin)



