JAEJA.id — Pengembangan Perpustakaan Daerah Kabupaten Luwu Timur dinilai perlu diarahkan lebih jauh dari sekadar penyediaan koleksi buku dan fasilitas membaca. DPRD Luwu Timur mendorong agar perpustakaan berkembang menjadi ruang belajar, pusat aktivitas literasi, sekaligus tempat masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, mengatakan penguatan fungsi perpustakaan merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu disampaikan Rusdi saat bersama rombongan DPRD Luwu Timur melakukan kunjungan lapangan ke Perpustakaan Daerah Luwu Timur, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peninjauan fasilitas pelayanan publik yang dilakukan DPRD sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan kebutuhan Perpustakaan Daerah. Hasil peninjauan itu nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan APBD Pokok Tahun Anggaran 2027.
Di lokasi, Rusdi melihat sejumlah fasilitas yang tersedia serta kebutuhan yang dinilai perlu diperhatikan untuk mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya belajar di tengah masyarakat. Karena itu, keberadaannya perlu dirancang agar mampu menjadi ruang yang nyaman dan relevan, terutama bagi generasi muda.
“Perpustakaan ini bagian penting dalam meningkatkan literasi dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kita perlu melihat langsung kondisi dan kebutuhannya agar pengembangan ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rusdi.
Ia mengatakan, perhatian terhadap perpustakaan tidak cukup hanya dengan menambah atau memperbaiki fasilitas fisik. Pengembangan program dan kualitas pelayanan juga perlu menjadi bagian dari perencanaan pemerintah daerah.
Menurut Rusdi, perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat untuk belajar, berdiskusi, mengakses informasi, hingga mengembangkan kemampuan.



