JAEJA.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya menjaga produktivitas padi melalui berbagai langkah konkret.
Salah satunya adalah dengan melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Gerakan ini digelar pada Senin, 28 April 2025, di Klota Labongko, Desa Kalatiri, Kecamatan Burau.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur dengan Instalasi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) Wilayah II Luwu.
BACA JUGA: Pemkab Luwu Timur Percepat Penyerahan SK CPNS dan PPPK 2024
Gerakan pengendalian ini menyasar hama penggerek batang, penyakit hawar daun bakteri (kresek), dan penyakit blast.
Ketiga jenis gangguan ini terbukti sangat merugikan tanaman padi jika tidak dikendalikan dengan tepat.
Selain aksi pengendalian, IP3OPT Luwu juga menyerahkan bantuan sarana pengendalian OPT.
Bantuan tersebut berupa insektisida dan fungisida yang bisa langsung digunakan oleh para petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Amrullah Rasyid, turut hadir dan memberikan arahan langsung kepada petani.
Amrullah menegaskan bahwa kekompakan petani adalah kunci utama dalam budidaya padi.
BACA JUGA: Siap-siap, Luwu Timur Bakal Punya Pabrik Penggilingan Gabah Modern
“Mulai dari jadwal tanam hingga pengendalian hama, semua harus dilakukan bersama-sama,” ujar Amrullah di hadapan petani.
Petugas OPT di lokasi turut menambahkan pentingnya pemilihan varietas padi yang sesuai.
“Varietas yang tepat akan memudahkan strategi pengendalian hama dan penyakit,” jelas petugas tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Plh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Siswanto.
Ada juga Kepala UPTD Penyuluhan Hasan, serta Koordinator BPP Burau M Yusuf.
Usai kegiatan pengendalian OPT, rombongan melanjutkan monitoring dan evaluasi panen serta Gerakan Serap Gabah (Sergab) Petani.
Lokasi kegiatan evaluasi tetap berada di Desa Kalatiri, Kecamatan Burau.
Dinas Pertanian Luuw Timur mencatat bahwa luas lahan padi di Kecamatan Burau sudah mencapai 30 hektar.



