JAEJA.ID – Di lereng-lereng hijau Desa Manurung, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan, masyarakat adat To Cerekang masih memelihara jejak Batara Guru—manusia pertama yang diturunkan dari langit, menurut kisah leluhur mereka.
Di tanah suci Ponsewoni, di hutan-hutan Berue, dan di padang-padang rawa AnnungngE, mereka menuturkan kembali ingatan atas dunia yang “dituangkan” dengan penuh kasih dari langit ke bumi.
Namun belakangan, suara alam mulai bersaing dengan suara mesin survei. Di tanah yang mereka sebut warisan langit, bayang-bayang bendera perusahaan tambang seakan menghantui.
Ancaman itu mereka rasakan, bukan oleh kemarau panjang atau hama ladang, melainkan oleh peta konsesi tambang.
BACA JUGA: SMAN 2 Luwu Timur Raih Juara Nasional Cerdas Cermat Lingkungan di Ajang NEO 2025
Sebagian dari wilayah adat Cerekang masuk dalam peta konsesi PT Prima Utama Lestari (PUL), sebuah perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Luwu Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh komunitas pendamping, areal konsesi itu tumpang tindih dengan beberapa titik sakral.
Dari sepuluh lokasi hutan adat Cerekang, tiga di antaranya—Pensimoni, Kasosoe, dan Padang Annungge—masuk dalam wilayah IUP PT PUL dengan total luas 24,43 hektar.
Wilayah yang Dituangkan
Nama “Cerekang” berasal dari kata “cerre“, yang berarti dituangkan. Ini bukan sekadar istilah bahasa; ini adalah filosofi hidup.
Masyarakat To Cerekang meyakini bahwa dunia mereka bukan diciptakan dengan keras, tetapi diturunkan secara halus, pelan-pelan, dari langit ke bumi oleh Batara Guru.
Tanah ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi perpanjangan tubuh dan sejarah mereka.
BACA JUGA: Merayakan Keindahan Bumi Mini di Luwu Timur
Wilayah adat mereka mencakup gunung, perbukitan, sawah, rawa, hingga pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Teluk Bone. Setiap bagian tanah punya fungsi, cerita, dan peran spiritual.
Peta alam To Cerekang adalah peta kepercayaan. Setiap lokasi bukan hanya tempat geografis, melainkan altar hidup yang punya fungsi tersendiri.
Ada Ponsewoni/Pengsimoni, tempat turunnya manusia pertama dan pusat ritual suci.



