Menurutnya, silaturahmi antarkerajaan seperti ini adalah bukti budaya tetap hidup dan menjadi perekat bangsa.
“Kedatuan Luwu telah memberi teladan bahwa adat dan negara bisa berjalan berdampingan,” katanya saat menutup sambutan.
Kegiatan FSKN di Tana Luwu menjadi momentum penting dalam penguatan peran lembaga adat di tingkat lokal dan nasional.
Para peserta forum berharap kerja sama antarwilayah dan antarkerajaan dapat melahirkan kebijakan yang melestarikan budaya Nusantara.(kin)
Page 2 of 2



