Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Lutim yang telah menunjukkan hasil signifikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, prevalensi stunting yang sebelumnya berada di angka 26% pada tahun 2023, berhasil turun menjadi 21,8% di tahun 2024. Penurunan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan terpadu dan kolaboratif memberi dampak positif terhadap perbaikan gizi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.(kominfo-sp)



