JAEJA.ID – Persoalan limbah pabrik kelapa sawit yang dikelola PTPN IV Region II Burau kembali jadi perhatian anggota DPRD Luwu Timur.
Hal itu karena para legislator khususnya dari Dapil Wotu-Burau menilai perusahaan milik negara itu belum berhasil mengatasi masalah limbah pabriknya.
Ketika melakukan rangkaian kegiatan di Kecamatan Burau pada Sabtu (01/11/2025), sejumlah anggota DPRD Lutim memantau kondisi masyarakat sekaligus menindaklanjuti sejumlah persoalan lingkungan.
Kegiatan diawali dengan program Sabtu Sehat Juara yang diikuti warga dan legislator dari Dapil III ini. Pemeriksaan kesehatan sederhana dilakukan sebelum jalan pagi.
Usai kegiatan tersebut, rombongan dewan bertemu manajemen PTPN IV Region II Burau.
Pertemuan itu membahas keluhan masyarakat mengenai limbah pabrik dan banjir yang terus berulang di kawasan barat Burau.
Masalah tersebut sudah lama disuarakan warga karena mengganggu aktivitas harian dan merusak lingkungan.
Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, meminta perusahaan segera menunjukkan langkah penanganan.
Ia menyampaikan bahwa keterlambatan penanganan dapat memunculkan tindakan lebih tegas dari DPRD.
“Warga butuh kepastian, bukan pernyataan yang tidak diikuti tindakan nyata,” tegas Sarkawi.
Rombongan dewan kemudian meninjau Pabrik Es Balok di Pantai Burau yang sedang dipersiapkan untuk diserahkan ke Perseroda Luwu Timur Gemilang.
Fasilitas itu diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi lokal setelah pengelolaan dialihkan secara profesional.
Melalui rangkaian agenda tersebut, DPRD ingin memastikan aspirasi warga di Burau mendapat perhatian dan tindak lanjut, terutama terkait isu lingkungan dan pemanfaatan aset daerah.(kin)



