Ia juga berterima kasih kepada rekan guru, tenaga kependidikan, dan BBGTK Sulsel atas kesempatan berharga yang diberikan selama proses kompetisi berlangsung.
Syawal berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi dirinya dan rekan sejawat untuk terus berinovasi serta berbagi praktik baik di bidang administrasi sekolah.
“Saya ingin inovasi SIKOLA diterapkan di lebih banyak sekolah agar pelayanan administrasi makin efisien dan pembelajaran semakin berkualitas,” tambahnya.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen UPT SMP Negeri 3 Angkona dalam mendorong digitalisasi pendidikan di daerah dan mencetak tenaga kependidikan transformatif.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk menciptakan ekosistem pendidikan modern dan inklusif.
Prestasi Syawal membuktikan bahwa peran tenaga administrasi sangat penting dalam membangun manajemen sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ke depan, inovasi seperti SIKOLA diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus bertransformasi menuju tata kelola pendidikan yang lebih efektif.(kin)



