Bupati Kolaka, H. Amri, menyatakan revitalisasi ini akan meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pedagang serta pembeli.
Transformasi pasar ini juga dirancang dilengkapi fasilitas pengolahan sampah, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan ruang publik yang bersih dan sehat.
Nursery Terintegrasi: Investasi untuk Generasi Mendatang
Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare.
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, mencakup tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, dan tanaman hias.
Pusat pembibitan ini menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
Nursery juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas bagi pelajar serta masyarakat umum.
Dengan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Vale menegaskan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Peresmian dua proyek strategis ini pada momentum Hari Jadi Kolaka ke-66 memperlihatkan sinergi konkret antara pemerintah daerah dan sektor industri.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa investasi industri dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus penjaga keseimbangan lingkungan.
Kolaka kini tidak hanya dikenal sebagai wilayah pertambangan, tetapi juga sebagai daerah dengan infrastruktur ekonomi yang semakin tertata dan komitmen lingkungan yang kuat.
Menuju Kolaka yang Berdaya Saing Global
Dengan dukungan investasi hilirisasi nikel dan penguatan infrastruktur publik, Kolaka diproyeksikan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Momentum usia ke-66 menjadi simbol transformasi, dari daerah berbasis sumber daya alam menjadi pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Indonesia Growth Project Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang warisan sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan generasi mendatang.(*/kin)



