JAEJA.id – Pemkab Luwu Timur memperkuat sinergi antar-OPD untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan digitalisasi transaksi serta evaluasi capaian pendapatan daerah secara berkala.
Kebijakan itu dibahas dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD yang dirangkaikan evaluasi PAD Triwulan II.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bapenda Luwu Timur, Malili, Rabu, 1 Juli 2026.
Sekda Minta OPD Perkuat Kolaborasi
Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, meminta seluruh OPD pengelola PAD meningkatkan kinerja dan mengevaluasi capaian.
Menurutnya, setiap kendala perlu segera diidentifikasi agar strategi percepatan pencapaian target PAD dapat disusun.
“Optimalisasi PAD merupakan tanggung jawab bersama sehingga dibutuhkan kolaborasi seluruh OPD,” ungkap Ramadhan.
Ia juga mendorong perangkat daerah mempercepat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD.
QRIS Diperluas untuk Pajak dan Retribusi
Kepala Bapenda Luwu Timur, Muhammad Yusri, mengatakan digitalisasi transaksi daerah perlu terus diperluas.
Salah satunya melalui optimalisasi QRIS sebagai kanal pembayaran pajak serta retribusi daerah bagi masyarakat.
“Sistem pembayaran non-tunai tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi,” kata Yusri.
Evaluasi Triwulan II menjadi dasar penyusunan strategi untuk mengoptimalkan potensi PAD seluruh OPD pengelola.
Sebagai tindak lanjut, Sekda menyerahkan barcode QRIS kepada Dinas Perhubungan untuk memperluas transaksi non-tunai.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat transparansi, keamanan, serta akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah Luwu Timur.(*)



