Sebagai tindak lanjut, PMI berkomitmen mengembangkan Markas PMI sebagai pusat pelayanan kemanusiaan, termasuk pengelolaan darah yang diharapkan dapat berfungsi sebagai bank darah.
Selain itu, PMI akan mengintensifkan kegiatan donor darah sukarela melalui kerja sama dengan rumah sakit, instansi pemerintah, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas relawan.
Ketua Dewan Kehormatan PMI, Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa keberhasilan program donor darah memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pendonor darah secara rutin.
“Kami akan mendorong gerakan donor darah di kalangan ASN sebagai langkah nyata mendukung ketersediaan stok darah di Kabupaten Luwu Timur. ASN diharapkan menjadi pelopor aksi kemanusiaan ini, sehingga kebutuhan darah di rumah sakit, khususnya RS I Lagaligo Wotu, dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Ramadhan.
Selain membahas penguatan layanan donor darah, rapat konsolidasi juga menghasilkan sejumlah agenda strategis lainnya, meliputi penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan kapasitas sukarelawan dan relawan PMR, penanggulangan bencana, pengembangan sumber daya manusia, perluasan kerja sama dan kemitraan, serta pembenahan Markas PMI sebagai pusat layanan kemanusiaan yang representatif.
Melalui rapat perdana pasca pelantikan ini, seluruh jajaran pengurus PMI Kabupaten Luwu Timur berkomitmen membangun organisasi yang semakin solid, profesional, dan responsif sehingga mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(*)



