JAEJA.id – Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Jihadin Peruga meminta seluruh pihak melihat persoalan pemanfaatan lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, secara objektif dan tidak membangun persepsi sebagai bentuk pertentangan antara pemerintah dengan masyarakat.
Menurut Jihadin, kawasan seluas 394,5 hektare tersebut merupakan bagian dari aset daerah yang perlu dikelola secara baik oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Namun, dalam proses pemanfaatannya, pemerintah tetap harus memastikan kepentingan warga terdampak menjadi perhatian utama.
Ia menegaskan, pengelolaan aset pemerintah bukan hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menyangkut bagaimana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
“Yang paling penting adalah bagaimana proses ini berjalan dengan komunikasi yang terbuka. Pemerintah memiliki kewajiban mengelola aset daerah, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan ruang dan perlindungan dalam proses tersebut,” ujar Jihadin Peruga.
DPRD Dorong Proses Berjalan Sesuai Aturan
Jihadin mengapresiasi berbagai tahapan yang telah dilakukan pemerintah daerah sebelum melakukan pemanfaatan kembali kawasan tersebut.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya upaya menyelesaikan persoalan secara terukur dan mengikuti mekanisme yang berlaku.
Beberapa tahapan yang dilakukan pemerintah mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pendataan tanaman tumbuh serta objek kerohiman, hingga proses penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Selain itu, masyarakat juga diberikan kesempatan menyampaikan keberatan apabila terdapat hal-hal yang belum sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut Jihadin, mekanisme pemberian uang kerohiman atau santunan maupun proses konsinyasi melalui Pengadilan Negeri bagi pihak yang belum menerima pembayaran merupakan bentuk upaya pemerintah menjaga kepastian hukum sekaligus menghormati hak masyarakat.
“Semua proses harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi komunikasi dengan masyarakat justru terabaikan,” katanya.



