JAEJA.id – Suara palu dan linggis menggantikan deru alat berat saat pengosongan lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kamis (30/7/2026). Di tengah situasi yang sempat menegang, petugas memilih mengedepankan pendekatan humanis dibandingkan langkah yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Proses pengosongan dipimpin Kepala Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin, didampingi kuasa hukum Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Andi Sukarno Arsyad.
Alih-alih menggunakan ekskavator, petugas membongkar rumah warga secara manual memakai palu dan linggis.
Pendekatan tersebut dipilih agar pembongkaran berlangsung lebih hati-hati sekaligus memberi kesempatan kepada warga menyelamatkan barang-barang miliknya.
Setiap papan, balok kayu, hingga tiang rumah yang masih layak digunakan dikumpulkan secara rapi setelah bangunan dibongkar.
Barang Warga Ditawarkan Diangkut ke Lokasi Aman
Tidak hanya membantu membongkar rumah, petugas juga menawarkan bantuan mengangkut material dan barang milik warga.
Pemerintah bahkan menyiapkan lokasi sementara bagi warga yang membutuhkan tempat penyimpanan, selain memberikan pilihan mengantar barang ke lokasi yang diinginkan pemiliknya.
Di sela-sela pembongkaran, muncul momen yang memperlihatkan sisi kemanusiaan petugas.
Ketika hendak membongkar sebuah rumah, petugas mengetahui anak pemilik rumah masih tertidur pulas di dalam.
Menyikapi situasi tersebut, pembongkaran rumah tersebut langsung ditunda.
Petugas memilih berpindah membongkar rumah lain hingga sang anak terbangun dan dapat dievakuasi dengan tenang bersama keluarganya.
Tetap Tenang Meski Terjadi Insiden
Pendekatan persuasif itu tetap dipertahankan meski proses pengosongan sempat diwarnai beberapa insiden.
Seorang anggota Satpol PP mengalami luka pada bagian wajah setelah terkena hantaman kayu yang diarahkan dari atas rumah panggung warga.
Korban segera dievakuasi menuju Puskesmas Lampia untuk mendapatkan perawatan medis.
Di rumah lainnya, petugas juga terkena siraman air panas dan larutan cabai yang dilemparkan oleh warga.


