JAEJA.ID – Halaman Kantor Bupati Luwu Timur pada Kamis (30/10/2025) tampak lebih ramai dari biasanya. Lansia dari berbagai desa di Kecamatan Malili berdatangan.
Ada yang ditemani anak atau cucunya, adapula yang datang sendiri. Mereka dituntun pegawai dari Dinas Sosial menempati jejeran kursi di bawah tenda yang sudah disediakan.
Beberapa saling berbincang pelan, seolah mencoba meredam rasa haru karena akhirnya mereka akan menerima manfaat dari Kartu Lutim Lansia.
Pemkab Luwu Timur memang memulai pencairan bantuan dalam program Kartu Lutim Lansia, pada Kamis pagi itu. Program ini menjadi salah satu janji besar pemerintah daerah dalam mewujudkan “Lutim Juara” yang berkeadilan dan sejahtera.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyerahkan uang Rp2 juta (Rp1 juta per bulan) kepada perwakilan lansia. Wakil Bupati Puspawati Husler juga melakukan hal serupa, sembari melepas senyum hangat.
Selain uang untuk periode September dan Oktober, setiap lansia juga menerima buku tabungan dan kartu yang juga berfungsi sebagai ATM.
“Hari ini ada dua titik penyaluran bansos lansia,” ujar Bupati Irwan penuh semangat.“Di pelataran Kantor Bupati Lutim ini ada 251 orang, dan di Desa Manurung ada 90 orang.”
Total 341 penerima mulai merasakan manfaat tahap awal program sosial ini. Irwan menegaskan bahwa 3.000 lansia telah masuk daftar uji coba.
“Program ini sejak awal kami canangkan,” ujarnya mantap. Ia mengapresiasi kerja keras tim yang mempersiapkan seluruh proses.
Tahap pertama penyaluran dimulai di Kecamatan Malili. Wilayah lain akan menyusul secara bertahap.
Program ini mulai berjalan sejak September 2025 dengan pencairan tunai sebesar Rp2 juta untuk dua bulan pertama.
“Mulai Januari 2026, program ini berjalan berkelanjutan,” jelas Irwan.
Ia meminta masyarakat bersabar menunggu giliran. “Penyaluran dilakukan bertahap, dan Desember kami turun ke desa-desa,” katanya.
Suasana hangat tercipta ketika beberapa lansia memerlihatkan kartu baru mereka. Ada yang tersenyum, ada yang menunduk haru. Bagi sebagian dari mereka, kartu itu bukan sekadar plastik kecil. Ia menjadi simbol perhatian negara.



