JAEJA.ID – Kabupaten Luwu Timur akan merayakan ulang tahunnya yang ke-22 dengan semangat baru dan penuh makna mendalam bagi seluruh masyarakat.
HUT ke-22 Luwu Timur jatuh pada 3 Mei 2025 mendatang, namun puncak acara perayaan hari jadi Bumi Batara Guru dijadwalkan pada 19 Mei.
Pemerintah daerah mengusung tema “Dari Bumi Batara Guru, Kita Menulis Masa Depan” untuk memperingati momentum bersejarah ini.
Tema tersebut merepresentasikan semangat menatap masa depan dengan tetap berpijak pada akar budaya lokal yang kokoh.
BACA JUGA: Ketika Dunia Leluhur Masuk Peta Tambang
Sebuah logo khusus juga diperkenalkan untuk mendampingi perayaan ini, dirancang dengan gaya Pop Art yang mencolok dan penuh warna.
Gaya Pop Art dipilih karena menampilkan karakter cerah, berani, dan ekspresif, sangat cocok dengan semangat muda dan inovatif.
Pilihan ini mencerminkan visi Luwu Timur untuk terus bergerak maju dalam menghadapi tantangan zaman.
Desain angka “22” menjadi elemen utama dalam logo dan ditata secara dinamis serta modern.
Inspirasi angka tersebut diambil dari aksara Lontara, simbol kuat pelestarian literasi dan budaya lokal.
BACA JUGA: Pemkab Lutim Gelar Survei Cacingan Untuk Tekan Angka Stunting
Gradasi warna biru ke jingga menggambarkan perjalanan waktu, dari masa lalu yang kaya ke masa depan yang cerah.
Desain ini menegaskan fleksibilitas dan kesiapan Luwu Timur dalam menghadapi perubahan global yang cepat.
Berbagai elemen visual melengkapi logo, masing-masing membawa makna penting bagi identitas daerah.
Kantor Bupati digambarkan sebagai simbol pusat pemerintahan dan pelayanan publik yang transparan.
Tugu Payung Lalambate Tarantajo Wotu hadir sebagai simbol martabat dan kebijaksanaan lokal masyarakat Wotu.
Tugu Nanas Wasuponda merepresentasikan potensi sektor pertanian, khususnya komoditas unggulan nanas.
Tarian adat Luwu Timur digambarkan sebagai simbol semangat budaya dan solidaritas antarkomunitas.
BACA JUGA: PBJ Lutim 2025 Bakal Dipercepat, Kesiapan Pokja Capai 90 Persen
Hewan endemik Anoa muncul sebagai pengingat pentingnya pelestarian lingkungan dan kekayaan fauna Sulawesi.



