Simulasi dirancang menyerupai kejadian sesungguhnya agar warga siap saat bencana benar terjadi.
Usai alarm terakhir berbunyi, status berubah menjadi “AMAN” dan suasana pun melunak.
Bupati dan Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler, ikut serta dalam makan siang bersama warga.
Peserta juga diminta mengisi kuesioner evaluasi untuk mengukur pemahaman dan kesiapsiagaan.
Simulasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret membangun budaya tanggap bencana di Luwu Timur.
Pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat menunjukkan kolaborasi nyata demi keselamatan bersama.
Melalui kegiatan ini, Luwu Timur ingin memastikan warganya tidak menjadi korban bencana tanpa persiapan.(kin)



