JAEJA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama PLN Malili dan PT Vale Indonesia, Rabu (23/7/2025).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Lutim Ober Datte dan dihadiri Ketua Komisi III Muhammad Rivaldi, serta anggota dewan lintas fraksi.
Fokus utama rapat adalah gangguan jaringan listrik di Kecamatan Towuti yang makin sering terjadi tanpa pemberitahuan kepada warga.
Warga mengeluhkan pemadaman listrik berulang yang mengganggu aktivitas harian dan menimbulkan kerugian di sektor ekonomi maupun sosial.
Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Erik Strada, menyampaikan keresahan masyarakat yang merasa diabaikan dalam persoalan listrik ini.
“Kami minta penjelasan terbuka dari PLN dan PT Vale. Masyarakat butuh solusi, bukan alasan,” tegas Erik dalam rapat.
Ketua Komisi III, Muh. Rivaldi, menyatakan kekecewaannya terhadap PT Vale yang dianggap lamban merespons kebutuhan listrik warga.
“Saya tahu betul pengorbanan warga pesisir Towuti. Sawah mereka ditenggelamkan demi PLTA, tapi sekarang malah jadi korban pemadaman,” kata Rivaldi.
Ia menekankan bahwa warga yang paling terdampak pembangunan justru kini paling sering mengalami krisis listrik.
“Kebutuhan listrik adalah hak dasar. Jangan sampai masyarakat yang sudah berkorban malah terus disisihkan,” lanjutnya.
DPRD mendesak PLN dan PT Vale menyusun langkah konkret untuk menjamin pasokan listrik stabil di Towuti.
Rapat ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD serius mengawal hak dasar warga, termasuk akses terhadap energi yang adil dan berkelanjutan.(kin)



