Dalam hal ini PT Inco memilih membayar PNBP, meskipun kegiatan reboisasi sudah terlanjur dilaksanakan pada tahun 2007.
Kondisi itu membuat sejumlah warga berupaya masuk ke lahan itu dengan membabat pohon yang sudah ditanam dalam proyek reboisasi.
Yulisman bersama anaknya, Irwan yang sudah pernah masuk ke area tersebut pada tahun 1998 membawa bendera PT Nusdeco, berinisiatif untuk kembali mengolah lahan tersebut pada tahun 2016.
Namun kali ini mereka atas nama pribadi karena memang izin PT Nusdeco sudah lama dicabut. Mereka lalu menebang pohon dan membabat lahan.
Pihak PT Inco yang sudah berganti nama jadi PT Vale tidak tinggal diam melihat lahan Hak Pakai mereka dirusak warga.
PT Vale lalu melaporkan ke polisi aksi pengrusakan lahan yang membuat warga atas nama Irwan alias Iwan beserta sejumlah rekannya divonis bersalah di Pengadilan Negeri Malili setahun kemudian.
Riwayat lahan di atas, sebagian besar dikutip dari fakta persidangan yang tertuang dalam putusan PN Malili pada tahun 2017 itu.
Pada 2022, PT Vale secara sukarela menghibahkan lahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan akta hibah yang dibuat oleh PPAT.
Proses hibah juga memperoleh pendapat hukum Kejaksaan Negeri Luwu Timur yang menyatakan peralihan hak tersebut sah menurut hukum.
Selanjutnya, Kementerian ATR/BPN menerbitkan Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan luas 3.945.000 meter persegi berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 44/HPL/KEM-ATR/BPN/VIII/2024.
“Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memiliki dasar hukum untuk mengelola, memanfaatkan, sekaligus mengamankan aset daerah tersebut,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Andi Muhammad Reza, Selasa (04/08/2026).
Dengan status hukum tersebut itu pula yang membuat Pemkab Luwu Timur berhak menyewakan lahan di Dusun Laoli itu kepada pihak swasta. Dalam hal ini disiapkan untuk lahan PSN PT IHIP.
PSN IHIP merupakan proyek dengan nilai investasi sekitar USD 8,6 miliar atau setara Rp154 triliun (kurs Rp17.900 per USD) dan diproyeksikan mampu menyerap sekitar 45.000 tenaga kerja.


