JAEJA.ID – Warga Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur mengecam sikap Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar dalam pendampingan petani Laoli.
Kehadiran LBH Makassar dengan berbagai pernyataannya di media dianggap justru memperkeruh situasi.
Ketua Karang Taruna Desa Harapan, Iswandi bahkan menyebut LBH Makassar sebagai provokator yang bertujuan menggagalkan PSN di Luwu Timur.
“Kami meminta media-media dan LBH Makassar untuk menarik diri dari Desa Harapan,” kata Iswandi di sela-sela aksi unjuk rasa warga Lampia dukung PSN, di halaman kantor Desa Harapan, Sabtu (01/08/2026).
Provokasi LBH Makassar, kata Iswandi, membuat PSN di Laoli jadi lambat. Bahkan dalam beberapa insiden anggota LBH tampak ikut menghalangi oetugas yang akan melakukan pengosongan rumah oetani.
“LBH Makassar itu adalah salah satu provokator yang membuat PSN (di Laoli) lambat berjalan,” kecam Iswandi.
Menurutnya, aksi warga Lampia hari ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambatnya PT IHIP beroperasi sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ia menilai PT IHIP lambat beroperasi karena ada provokasi dari pihak tertentu yang ingin menggagalkan PSN ini.
Padahal warga Laoli, Lampia dan Desa Harapan secara keseluruhan sudah lama menanti beroperasinya perusahaan ini.
“Kalau PT IHIP beroperasi tentu akan jadi kesempatan bagi kami tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Ia juga menyebut PSN akan jadi peluang bagi warga sekitar untuk membuka usaha.
“Pasti akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Luwu Timur tengah menyiapkan lahan seluas 394,5 hektare untuk dikelola PT IHIP sebagai bagian dari PSN.
Namun proses pengosongan lahan itu mendapat hambatan dari warga yang selama ini bertani di atas lahan aset pemda itu, tanpa alas hak.
Pemkab Luwu Timur sendiri sudah menyiapkan santunan sebagai pengganti nilai tanaman dan bangunan petani.
Namun dari 116 petani terdampak masih ada sekitar 30 orang yang menolak santunan.
Mereka menganggap nilai santunan yang ditetapkan tim independen terlalu rendah.


